5 Jurus Jitu Hindari Kesalahan Promosi di Twitter Iklan

Dari sekian banyaknya social media di dunia, Twitter ternyata banyak digunakan oleh masyarakat. Bahkan Indonesia menduduki peringkat ketiga dalam penggunaan Twitter di dunia di tahun 2013! Hal tersebut berefek banyaknya wirausahawan—baik kecil, menengah, bahkan besar—berpromosi
lewat social media berlogo burung biru ini.  Selain memang efektif dalam menjangkau calon  konsumen, berpromosi di Twitter juga memiliki etika. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika mengolah Twitter untuk berpromosi. Jangan sampai hal-hal di bawah ini malah membuat bisnis Anda hancur.

1. Terlalu Promosi

Memang seorang pengusaha ingin agar produknya laku, maka dari itu ia
akan gencar mempromosikan produknya. Namun, tahukah Anda bahwa terlalu
berpromosi bahkan cenderung membanggakan produknya sendiri tidak disukai
oleh masyarakat? Selain mempromosikan produk, sangat disarankan bagi Anda untuk memberikan informasi lain yang berkaitan dengan produk. Misalnya, Anda adalah pengusaha sepatu. Anda bisa memberikan tips bagaimana merawat sepatu atau bagaimana memadupadankan sepatu dengan baju. Selain konsumen akan merasa mendapat informasi, hubungan Anda dengan konsumen bisa lebih terjalin.

2. Tweets yang Sama

Mengulang tweet dengan kalimat yang sama dalam satu hari juga merupakan
salah satu kesalahan beretika di Twitter. Memang, tidak semua followers
membaca tweet Anda, tetapi mengulang informasi yang sama akan membuat
calon konsumen bosan. Ada baiknya perbanyak tweet di waktu prime time.

3. Meretweet Akun Pribadi

Meretweet isi twitter pribadi atau tweet yang sudah lama di akun usaha Anda? It’s a big NO! Selain terlihat narsis, hal tersebut akan membuat followers merasa aneh. Jika informasi yang ada sangat berkualitas, sebaiknya Anda mengolah ulang informasi tersebut dengan bahasa yang berbeda agar konsumen merasa medndapat informasi baru.

4. Banyak Hashtag
Fungsi hashtag atau tanda pagar di Twitter memang untuk memudahkan
followers mencari dalam keyword yang sama. Namun, dengan adanya hashtag
yang berlebihan akan terkesan “sampah” dan tidak enak dibaca. Hilangkan
kebiasaan yangseperti itu dari sekarang.

5. Link yang Tidak Tepat

Keterbatasan karakter di Twitter yang hanya 140 huruf, membuat banyak
penggunanya tidak bisa memberikan informasi yang panjang. Makanya banyak
yang menautkan link untuk memberikan reversi tulisan lain. Banyak para
pelaku bisnis yang menyebarkan link yang tidak sesuai dengan bidang
bisnisnya. Hal tersebut akan membuat followers menjadi risih bahkan
menganggap perusahaan tidak profesional. Daripada dianggap seperti itu,
sebaiknya Anda memeriksa dan mencari link yang sesuai dengan bisnis Anda.

Sumber
Share on Google Plus

About Unknown

0 komentar:

Posting Komentar