6 Kunci untuk Memulai Bisnis yang Sukses

Maria Contreras-Sweet sering mendengar teman dan relasinya bersemangat untuk berhenti dari pekerjaannya untuk memulai membangun perusahaannya sendiri. Namun entrepreneur yang sukses dan pemilik bank biasanya akan menasihati mereka untuk menunggu. Maria menyarankan untuk melakukan riset selama masih bertahan di pekerjaan yang Anda geluti.

Maria sendiri adalah seorang mantan eksekutif perusahaan dan pernah sekali menjabat di pemerintahan selama lima belas tahun. Ia memulai agensi lembaga public miliknya sendiri dan menjabat sebagai sekretaris bisnis, perumahan, dan transportasi dalam administrasi California Government Gray Davis. Pada November 2006, ia memulai membangun Bank Promerica (singkatan dari Promise of America).

Selain itu juga ada beberapa saran lainnya dari Maria agar mengeksplorasi konsep bisnis dengan lebih berhati-hati. Berikut ada enam hal yang perlu diperhatikan dalam pengajuan konsep bisnis:

1. Apakah konsep Anda unik? Semua Entrepreneur memulai sebagai ikan kecil di dalam kolam yang besar. Apabila Anda bermaksud untuk memulai suatu bisnis, coba tanyakan pertanyaan berikut ini : “Apakah ceruk (niche) Anda? Bagaimanakah Anda membedakan diri dengan yang lain? Inovasi apakah yang ditawarkan? Hal apa yang Anda perbaiki yang belum diperbaiki sampai saat ini?” Orang-orang mencari inovasi. Mereka mencari sesuatu yang berbeda, yang baru, sesuatu yang mutakhir. Sebaliknya, Anda hanya akan menemukan diri Anda sama saja dengan yang lainnya. 

2. Apakah Anda menemukan hambatan untuk masuk? Pertimbangkan orang lain dapat dengan mudah meniru usaha Anda. Bagaimana nasib Anda apabila ada orang lain yang mempunyai sumber daya pemasaran yang lebih dari Anda, meniru usaha Anda, dan membuat lebih besar? Pastikan Anda telah membuat trademark dan mendaftarkan usaha Anda secara legal. Apa yang dapat Anda lakukan untuk membuat produk Anda lebih spesial yang tidak dapat dilakukan orang lain.

3. Pilih pasar yang sedang bertumbuh (emerging market). Di dalam kondisi perekonomian yang sedang bergejolak, Anda akan lebih suka berusaha dalam pasar yang sedang bertumbuh, dimana pasar tersebut memiliki potensial kelangsungan hidupnya lebih lama.

4. Anda memerlukan jaringan (network) yang baik. Termasuk di sini adalah jaringan pribadi Anda, seperti pengacara, akuntan, pemasar, bersama dengan teman-teman Anda dan orang-orang yang akan bersedia memberikan potongan harga sampai Anda mampu menumbuhkan bisnis Anda. Dan orang-orang yang akan membicarakan, mempromosikan produk Anda dan menyebarkan berita mengenai perusahaan Anda. Anda dapat membangun jaringan ini selama Anda masih bekerja, dengan bergabung dalam organisasi-organisasi yang di dalamnya juga termasuk target customer Anda. Apabila Anda sedang menjual boneka, bergabunglah dalam organisasi yang bergerak di bidang anak-anak. 

5. Anda harus memiliki passion. Sebagian besar orang menyebutnya passion, namun sesungguhnya itu adalah energi yang tidak berkesudahan. Anda harus bangun pagi, bekerja sampai larut, menguras passion, menguras energi Anda, dan tentunya menguras diri Anda sendiri. 

6. Memiliki catatan kredit atau catatan utang yang baik. Dalam kondisi krisis ekonomi seperti sekarang ini, orang kebanyakan tidak mengatur kredit mereka dengan baik. Anda perlu menghubungi kreditur dan merancang ulang jadwal pengembalian dan agar kreditur mau bekerja sama dengan Anda pada tingkat bunga tertentu.

Catatan utang yang baik nantinya akan sangat membantu Anda untuk memperoleh pinjaman. Ketika Anda memiliki kredit yang buruk, Anda perlu mendatangi Angel Investor atau Venture Capital. Hal itu juga berarti Anda memberikan sebagian dari perusahaan Anda karena Anda tidak memiliki cukup dana atau kredit yang cukup untuk memperoleh pinjaman.

Menerima investasi itu layaknya sebuah pernikahan. Sekalinya Anda menerima investasi dari seseorang, Anda tidak dapat memecatnya begitu saja. Ia akan bertahan di dalam bisnis Anda untuk waktu yang lama dan memiliki sebagian dari bisnis Anda.

Sebagai seorang Entrepreneur baru, Anda juga harus memahami ikatan kerja finansial bisnis Anda. Anda harus memahami pricing produk, tingkat margin, menyisihkan dana untuk riset dan pengembangan, dan ingat untuk membayar tagihan tepat waktu. Anda harus memahami dan menguasai pengetahuan ini sebelum mendelegasikannya pada orang lain. Anda perlu memahaminya seperti seorang CFO (Chief Financial Officer), bagaimana bisnis Anda bekerja dan bagaimana kondisi finansialnya.

Akhir kata, Anda harus mengingat bahwa memulai suatu bisnis bukanlah seperti sprint (lari jarak pendek) melainkan adalah long-run (lari jarak jauh), maka persiapkanlah langkah Anda.

Sumber
Share on Google Plus

About Unknown

0 komentar:

Posting Komentar